Posted on: April 3, 2021 Posted by: Jose Sanders Comments: 0

Penerbitan Kong O Tuber


Ini telah sebagai salah satu sifat Keluaran HK yang paling banyak dibicarakan. Tanah fiksi di Asia Tenggara ini ialah tempat dengan perundingan orang yang berbeda – satu yang sangat suka berjudi, lainnya menyukai seni dan yang lainnya menyukai makanan. Satu hal yang lazim dalam semua group karakter ini ialah mereka semua senang bertaruh. Inilah nun menjadi alasan utama mengapa saat itu banyak toko organ yang menawarkan organ tentang Keluaran. Dan jika Anda salah satu dari orang-orang nun ingin mengetahui cenderung tentang tempat tersebut, sebaiknya Anda membaca buku-buku ini.

Buku I: Parfum Karet Dewa karya Sudahu Wakhari. Ini ialah novel berdasarkan dongeng. Itu berputar di sekitar dunia “Keluaran”, yang merupakan lokasi di mana orang-orang diberkati dengan kekuatan khusus yang siap mempengaruhi jalannya keberadaan seseorang. Penulis organ ini adalah seorang penulis ulung serta imajinasinya adalah kausa utama di pulih novel ini.

Buku II: Parfum Para Dewa Oleh Sudahu Wakhari adalah puisi epik karya W. B. Keluaran dan seluruh dunianya. Keluaran sdy sebagian besar difokuskan pada kehidupan karet dewa yang tinggal di Keluaran & dalam prosesnya; penulis menggunakan banyak sajian kata dan beberapa kata sifat yang pasti meninggalkan jejaknya.

Buku III: Parfum Para Dewa Oleh Sudahu Wakhari ialah sebuah kisah menarik yang menampilkan keunikan budaya dan kebiasaan yang tidak terpisahkan dari Keluaran. Organ ketiga dalam ekspresi ini sebagian besar didasarkan pada roh protagonis, Tika. Ceritanya terutama tentang gimana dia mengetahui akan halnya Keluaran secara. Dia dipaksa oleh ibu tirinya untuk teguk alkohol setiap perian setelah kelas dalam sekolah. Pada unik hari, dia memperoleh sebuah buku di perpustakaan sekolah dengan berisi informasi mengenai Kitab Kells, dan ketika dia membacanya, dia melihat sebuah penglihatan tentang seorang wanita cantik terkapar di tempat tilam besar di pusat laut.

Buku IV: Parfum Para Batara Oleh Sudahu Wakhari Sekali lagi perundingan dongeng ini bersekutu pada Tika. Neneknya, Maitre’e, telah tenang dunia, dan dia sekarang mengikuti teladannya dan menjadi seorang biksu. Di sana ia juga mulai mempelajari bahasa nun digunakan di Keluaran. Ini adalah siaran pertemuannya dengan 3 biksu dari Kongo, sekaligus dari Penerbitan dapat melihat lulusan hkari di Singapura – Pri’ng Mui Teo, Satah Atiyani dan Ngwa Sikri, yang disebut “Kitab Enam Putra”.

Buku V: Kitab Sang Ayah Yang final dari himpunan enam cerita berjudul “Kitab Sang Ayah”. Tersebut berpusat pada pelayar an yang dilakukan Tika kepada kakek buyutnya, Guru Dhamman, di rumahnya di Meningie. Selama di kian, dia belajar mengenai ajaran spiritual dengan diturunkan dari nini buyutnya. Buku tersebut juga penuh secara cerita tentang banyak kesialan yang dialami kakek buyut, dan bagaimana dia mengatasinya. Secara keseluruhan, kumpulan enam cerita ringkas ini adalah bacaan yang menyenangkan dan menarik, yang sebagai bacaan yang rupawan dengan mengacu pada ajaran Tika & Buddha Pelaukian nun menonjol di Singapura.

Categories: